Jumat, 23 September 2011

STAR



 Haneure bitnadon byori
Jo molli bitnadon byori
Ne mame neryowannabwa

Gaseume segyojin byori
Gaseume bitnadon byori
Ama noin-got gata

Ttollineun soriga deullini
O star
Tteugoun simjangeul neukkini
Yo my star ~

Aju oren mon yetnalbuto na kkumkkwowatdon sarangi
Noin-gol ara
Onjena hamkke hejwo

Aju oren siganeul-lodo
Neul gateun jarieso bitnajugil
Nemam noegeman billyojulge

Gaseume segyojin byori
Gaseume bitnadon byori
Ama noin-got gata

Ttollineun soriga deullini
O star
Tteugoun simjangeul neukkini
Yo my star ~

Aju oren mon yetnalbuto na kkumkkwowatdon sarangi
Noin-gol ara
Onjena hamkke hejwo

Aju oren siganeul-lodo
Neul gateun jarieso bitnajugil
Nemam noegeman julge

Nimamsoge segyojin byoldo
Nimamsok bitnadon byoldo
Naege marhe yongwonhi nol saranghe

Nemam noman barabolgoya
Tto nodo namaneul barabwa julle
Uri soroye byori dwe~ jugil

Senin, 19 September 2011

CERITA ANAK

Si Pelit

Aesop



Pengembara dan si Pelit yang kehilangan hartaSeorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.
Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.
"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"
"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"
Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.

Minggu, 18 September 2011

ONE MORE TIME

Nae ga mollasseo na bwa
Neo reul mollasseo na bwa
Ireohge deo ga ggaieitt neun de
Jeongmal sojung han geoseun sara-yeo gan hue ya

Alsu ittneun ga bwa ji geum eui neo cheoreom
Mianhae niga heulrin-nunmul alji mothae
Mianhae ijeseoya niape waseo

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dashi hanbeon naegyeoteuro wajul-sun eobsgettni
Eonjena neomaneul saranghae

Neujeuni huhoe mankeum deo saranghalgge
Babogateun naega neol
Maeume eobsneun maldeulro
Geureohge manhi apeuge haettna-bwa


Niga aniyeottdamyeon mollasseul haengbokinde
Ijeya alasseo niga sarangirangeol
Gomaweo sojunghan sarangeul gareuchyeojweo
Gomaweo ije naega deo sarang-halge

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dashi hanbeon naegyeoteuro wajulsun eobsgettni
Eonjena neomaneul saranghae


Neujeuni huhoemankeum deo saranghalgge
One More Time One More Time
One More Time One More Time
Saranghae neol sarang-hae ireon nareul dashi badajulsun eobsgettni

Eonjena naege jun geu sarang
Naege da gapeul su ittge
Heorakhae jweo
Nae soneul jabajweo

UNGKAPAN HATI

aku yang tersakiti

betapa indahnya waktu kita bersama
kita saling berbagi cerita cinta
bahkan suka duka kita alami berdua

teringat saat ke peluk tubuhmu
ku belai rambutmu
ku kecup keningmu

kini kemesraan itu tinggalang sebuah kenangan yang mungkin pahit rasanya tuk ku kenang
setelah kau pergi tinggalkan cinta kita hanya demi dya

mungkin aku tak sempurna dari dya
tapi aku punya cinta
mungkin aku tak lebih kaya dari dya
karna memang aku keluarga sederhana

kini kau bahagia bersama dya
dan baru ku sadari ternyata kau PENGHIANAT CINTA